Senin, 01 November 2021

Konsep Dasar Akuntansi Biaya

| | 0 komentar


A. Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah akuntansi yang input-nya (masukannya) berupa transaksi biaya untuk diproses melalui kegiatan pencatatan, pengelompokkan, pengikhtisaran, dan pelaporan untuk menghasilkan output (keluaran) berupa informasi biaya yang bermanfaat bagi manajemen untuk penentuan harga pokok produk dan pengambilan keputusan lainnya.

Klik disini untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap dari materi :

Link Audio Pembelajaran


 B. Jenis - Jenis Biaya

Berdasarkan obyek pengeluaran, biaya/beban dapat berupa : beban bunga, beban sewa, beban depresiasi gedung, beban iklan, beban asuransi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan, biaya dapat dibagi menjadi :

  1. Biaya produksi

Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

  1. Biaya pemasaran

Biaya pemasaran adalah biaya yang muncul akibat kegiatan fungsi pemasaran. Contohnya beban gaji salesman, beban iklan, beban penyusutan gedung, dsb.

  1. Biaya administrasi dan umum

Biaya administrasi dan umum adalah biaya yang muncul akibat kegiatan fungsi administrasi dan umumseperti fungsi keuangan, fungsi akuntansi, fungsi personalia, fungsi administrasi. Contohnya beban gaji manager, beban gaji akuntansi, beban gaji manager keuangan, beban gaji manager akuntansi, beban perlengkapan kantor, beban penyusutan gedung kantor.

Berdasarkan perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat dibagi menjadi:

  • Biaya variabel

Biaya yang jumlah keseluruhannya berubah-ubah sebanding sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

  • Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang jumlah keseluruhannya tetap dan tidak berubah berapapun volume kegiatan dilakukan (dalam kapasitas tertentu).

Berdasarkan jangka waktu kemanfaatan, biaya dapat dibagi menjadi:

  • Pengeluaran modal (capital expenditure)

Pengeluaran modal adalah pengeluaran biaya yang dilakukan pada satu periode tertentu, namun mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Contoh pengeluaran modal adalah pembelian mobil.

  • Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure)

Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran biaya yang dilakukan pada satu periode akuntansi tertentu, dan hanya mempunyai manfaat pada satu periode akuntansi tersebut. Contohnya adalah beban telepon, beban gaji, dan lain sebagainya.

C. Fungsi Akuntansi Biaya

  1. Penentuan Harga Pokok

Akuntansi biaya merupakan serangkaian proses pencatatan, penggolongan, dan peringkasan mulai dari biaya bahan baku produk hingga produk itu menjadi barang jadi. Akuntansi biaya menghasilkan informasi laporan biaya yang dapat dijadikan informasi sebagai penentuan harga pokok suatu produk. Harga pokok produksi (HPProduksi) penting untuk diketahui. Hal ini berkaitan dengan tahap selanjutnya, yaitu penentuan harga jual dan keuntungan yang diperoleh.

2. Perencanaan & Pengendalian Biaya

Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data histori dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya. Dalam perencanaan dan pengendalian biaya, pihak manajemen akan memonitor apakah terjadi penyimpangan (ada selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya). Jika ada, pihak manajemen akan menganalisis penyebab terjadinya selisih serta mempertimbangkan tindakan koreksi yang memang perlu dilakukan sebagai bentuk pengendalian.

Laporan biaya produksi yang dihasilkan juga bisa memberikan informasi untuk perencanaan biaya dan beban produksi pada periode mendatang. Dalam hal penambahan jumlah produksi pun akan sangat membantu, karena perusahaan telah memiliki patokan biaya dan beban di periode sebelumnya

3. Memberikan rincian harga pokok produk dengan segenap unsur

Dalam pembuatan sebuah produk, setidaknya ada beberapa departemen yang terkait. Misalnya departemen produksi dan departemen pengembangan. Dengan adanya akuntansi biaya, dapat memberikan rincian biaya tidak hanya dari departemen produksi saja, namun pada departemen-departemen terkait lainnya yang berhubungan dengan proses pembuatan suatu produk.

4. Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran

Dengan informasi biaya yang diperoleh dari laporan biaya, perusahaan bisa menyusun anggaran-anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk dalam satu periode. Untuk hal tersebut, maka laporan biaya produksi harus dapat disajikan secara akurat dan akuntabel.

5. Memberikan informasi biaya bagi manajemen untuk pengendalian manajemen

Laporan yang dihasilkan dari akuntansi biaya dapat menjadi informasi bagi manajemen khususnya dalam memberikan pertimbangan atau menentukan keputusan aktivitas produksi di masa-masa yang akan datang. Dengan pengambilan keputusan berdasarkan kepada informasi laporan biaya, diharapkan aktivitas produksi akan berjalan dengan efektif dan efisien.


D. Tujuan Akuntansi Biaya

Perencanaan Kegiatan Operasional

Sewaktu kita ingin menentukan rincian biaya secara mendetail, mau tidak mau maka kita harus memikirkan kegiatan operasional secara menyeluruh

Kita harus memahami dan merencanakan kegiatan apa saja yang harus kita lakukan.

Contoh, jika kita ingin membuat rincian biaya sewaktu memproduksi 100 lusin donat salju. Maka kita harus memikirkan apa saja bahan yang harus dibeli untuk membuat 100 lusin donat?

Apakah memerlukan biaya tambahan transportasi? Apakah memerlukan biaya membuat flyer untuk kegiatan promosi? Apakah perlu menggunakan dus? Dus seperti apa yang dibutuhkan? Maka secara tidak langsung kita juga telah membuat perencanaan kegiatan operasional.

Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Laba Penjualan

Setelah mengetahui total biaya produksi, maka secara otomatis kita bisa menentukan berapa harga jual yang pas untuk kita berikan ke pasar.

Misalkan, untuk membuat 1 cup kopi membutuhkan biaya produksi Rp 5.000,- jika ingin mendapatkan untung Rp 2000,- maka kita bisa menjual kopi seharga Rp 7.000,-

Jika kita ingin mendapatkan keuntungan 100% maka kita bisa menjual kopi harga Rp 10.000,- jika sudah mengetahui harga pokok produksi atau HPP, maka kita bisa dengan mudah menentukan harga jual.

Menentukan dan Mengendalikan Biaya Produksi

Karena kita sudah melakukan step perencanaan kegiatan operasional, serta sudah mengetahui harga HPP standard. Maka tentunya kita juga bisa menentukan serta mengendalikan biaya produksi tersebut.

Sebagai contoh, jika kita sudah mengetahui bahwa total harga pokok produksi 1 lusin donat salju adalah Rp20.000,- sedangkan anggaran produksi kita minggu ini adalah Rp 200.000,- maka kita bisa menentukan bahwa minggu ini kita bisa memproduksi 10 lusin atau 8 lusin donut salju.

Membantu Pihak Manajemen Membuat Keputusan

Ketika kita sudah mengetahui secara terperinci kegiatan operasional apa saja yang akan dilakukan, serta biaya yang dibutuhkan maka semuanya menjadi lebih mudah untuk pihak manajemen.

E. Siklus Akuntansi Biaya

  1. siklus kegiatan perusahaan dagang diawali dengan pembelian barang dagang dari produsen tanpa melalui pengolahan lebih lanjut yang kemudian diakhiri dengan penjualan kembali ke konsumen tanpa merubah bentuk secara keseluruhan barang dagangan tersebut. Dalam perusahaan dagang, siklus akuntansi biaya disini juga diawali dengan proses pencatatan harga pokok barang dagangan yang dibeli dan berakhir dengan penyajian harga pokok barang yang dijual.

  2. Siklus akuntansi biaya di perusahaan jasa diawali dengan persiapan penyerahan jasa yang disediakan dan berakhir dengan penyerahan jasa kepada pamakai jasa itu sendiri.

  3. Siklus perusahaan manufaktur dimulai dengan pencatatan harga bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi dilanjutkan dengan pencatatan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dikonsumsi untuk produksi serta berakhir dengan disajikannya laporan harga pokok produk jadi yang diserahkan ke bagian gudang.

Author : Amalia Rena Zahra Duma (7101419082)

Read more...

Pengelolaan Dana Kas Perusahaan Di Bank

| | 0 komentar

 



PENGELOLAAN DANA KAS PERUSAHAAN DI BANK

Kas merupakan uang tunai yang selalu siap digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan (Standar Akuntansi Keuangan).

Sedangkan Kasi di bank merupakan sisa rekening giro yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai berbagai transaksi (Standar Akuntnsi Keuangan).

Lalu bagaimana kas di bank dikelola oleh perusahaan? untuk penjelasan berikutnya bisa disimak dan ditonton pada video diatas ya.

Untuk mendapatkan materi/ppt klik link dibawah ini :

Link PPT

Author : Amalia Rena Zahra Duma (7101419082)

Read more...

Jurnal Penyesuaian

| | 0 komentar

 


A. Pengertian Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode yang disebabkan adanya akun-akun yang tidak menggambarkan jumlah senyatanya. Seperti nilai kas, perlengkapan, nilai buku aktiva, beban atau pendapatan atau yang lainnya yang seharusnya menjadi tanggungan atau hak tahun tersebut belum dicatat. sebagaimana mestinya.

B. Tujuan Penyusunan Jurnal Penyesuaian
  1. Agar setiap perkiraan riil, khususnya perkiraan harta dan utang pada akhir periode menunjukkan jumlah sebenarnya.

  2. Agar setiap perkiraan nominal yaitu perkiraan pendapatan dan beban pada akhir periode menunjukkan besarnya pendapatan dan beban yang harus diakui.


C. Fungsi Jurnal Penyesuaian
  1. Perumusan untuk diakhir periode pada akun buku besar. Sehingga, saldo yang tertera tidak berbeda dengan saldo yang seharusnya.

  2. Untuk menghitung beban maupun pendapatan yang dihasilkan selama periode akhir tersebut.


D. Faktor Penyebab Adanya Penyesuaian
  1. Dibutuhkan sebuah penyesuaian untuk pencacatan terhadap akun perlengkapan, karena pasti ada beberapa perlengkapan yang sudah habis digunakan.

  2. Mengatasi permasalahan terhadap adanya penyusutan nilai yang berlaku untuk akun aktiva tetap.

  3. Mengatasi masalah beban yang terlewat jangka waktu yang tergolong didalam piutang beban yang harus dilunaskan atau dibayarkan dimuka.

  4. Penyesuaian yang akan dilakukan untuk membayarkan jenis utang beban. Karena, jasa yang sudah dipakai, hanya saja belum dibayarkan.


E. Akun - Akun Yang Memerlukan Penyesuaian
  1. Kas (kas ditangan, atau kas dibank)

  2. Perlengkapan

  3. Nilai buku aktiva

  4. Pos - pos beban dibayar dimuka (kelompok harta)

  5. Pendapatan masih harus diterima (kelompok harta)

  6. Pos - pos beban yang masih harus dibayar (kelompok utang)

  7. Pendapatan diterima dimuka (kelompok utang)


F. Contoh Soal Dan Pembahasan

  • Perlengkapan

Untuk perlengkapan yang dicatat adalah beban (jumlah yang sudah terpakai. Contoh saldo awal perlengkapan Rp.500.000, pada akhir tahun Rp.100.000.

Beban Perlengkapan 400.000

Perlengkapan 400.000

  • Beban Dibayar Dimuka

Tanggal 10 Okober 2012 dibayar asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp.6000.000.

a) awal pencatatan diakui sebagai harta :

AJP 31/12/2012

Beban Asuransi 1.500.000

Asuransi Dibayar Dimuka 1.500.000

Keterangan:

1/10/2012 - 31/12/2012 = 3 bulan sudah menjadi beban. beban asuransi = 3/12 x Rp60000.000

b) awal pencatatan diakui sebagai beban :

AJP 31/12/2012

Asuransi Dibayar Dimuka 4.500.000

Beban Dibayar Dimuka 4.500.000

Keterangan:

1/01/2013 - 30/09/2013 = 9 bulan sudah menjadi harta. asuransi dimuka = 9/12 x Rp60000.000.

  • Beban Yang Masih Harus Dibayar

Masih harus dibayar gaji pegawai bulan desember Rp700.000

Beban Gaji 700.000

Utang Gaji 700.000

  • Penyusutan Aktiva Tetap

Peralatan dengan harga perolehan Rp3000.000 disusutkan sebesar 10% per tahun.

Beban Penyusutan Peralatan 300.000

Akumulasi Penyusutan Peralatan 300.000

  • Kerugian Piutang

Saldo piutang perusahaan Rp.1000.000 diperkirakan 10% tidak bisa ditagih.

Kerugian Piutang 100.000

Cadangan Kerugian Piutang 100.000

  • Pendapatan Diterima Dimuka

Tanggal 1 November 2012 diterima sewa kantor untuk 1 tahun sebesar Rp.9000.000

a) awal pencatatan diakui sebagai kewajiban :

AJP 31/12/2012

Sewa Diterima Dimuka 1.500.000

Pendapatan Sewa 1.500.000

Keterangan:

1/11/2012 - 31/12/2012 = 2 bulan sudah menjadi pendapatan. Pendapatan sewa = 3/12 x Rp60000.000

b) awal pencatatan diakui sebagai pendapatan :

AJP 31/12/2012

Pendapatan Sewa 7.500.000

Sewa Diterima Dimuka 7.500.000

Keterangan:

1/01/2013 - 31/10/2013 = 10 bulan masih menjadi kewajiban. sewa diterima dimuka = 9/12 x Rp60000.000

Author : Amalia Rena Zahra Duma (7101419082)

Read more...

Pengunjung

Flag Counter

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Akuntansi 2019, Univeristas Negeri Semarang
 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©