Agar setiap perkiraan riil, khususnya perkiraan harta dan utang pada akhir periode menunjukkan jumlah sebenarnya.
Agar setiap perkiraan nominal yaitu perkiraan pendapatan dan beban pada akhir periode menunjukkan besarnya pendapatan dan beban yang harus diakui.
Perumusan untuk diakhir periode pada akun buku besar. Sehingga, saldo yang tertera tidak berbeda dengan saldo yang seharusnya.
Untuk menghitung beban maupun pendapatan yang dihasilkan selama periode akhir tersebut.
Dibutuhkan sebuah penyesuaian untuk pencacatan terhadap akun perlengkapan, karena pasti ada beberapa perlengkapan yang sudah habis digunakan.
Mengatasi permasalahan terhadap adanya penyusutan nilai yang berlaku untuk akun aktiva tetap.
Mengatasi masalah beban yang terlewat jangka waktu yang tergolong didalam piutang beban yang harus dilunaskan atau dibayarkan dimuka.
Penyesuaian yang akan dilakukan untuk membayarkan jenis utang beban. Karena, jasa yang sudah dipakai, hanya saja belum dibayarkan.
Kas (kas ditangan, atau kas dibank)
Perlengkapan
Nilai buku aktiva
Pos - pos beban dibayar dimuka (kelompok harta)
Pendapatan masih harus diterima (kelompok harta)
Pos - pos beban yang masih harus dibayar (kelompok utang)
Pendapatan diterima dimuka (kelompok utang)
Perlengkapan
Untuk perlengkapan yang dicatat adalah beban (jumlah yang sudah terpakai. Contoh saldo awal perlengkapan Rp.500.000, pada akhir tahun Rp.100.000.
Beban Perlengkapan 400.000
Perlengkapan 400.000
Beban Dibayar Dimuka
Tanggal 10 Okober 2012 dibayar asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp.6000.000.
a) awal pencatatan diakui sebagai harta :
AJP 31/12/2012
Beban Asuransi 1.500.000
Asuransi Dibayar Dimuka 1.500.000
Keterangan:
1/10/2012 - 31/12/2012 = 3 bulan sudah menjadi beban. beban asuransi = 3/12 x Rp60000.000
b) awal pencatatan diakui sebagai beban :
AJP 31/12/2012
Asuransi Dibayar Dimuka 4.500.000
Beban Dibayar Dimuka 4.500.000
Keterangan:
1/01/2013 - 30/09/2013 = 9 bulan sudah menjadi harta. asuransi dimuka = 9/12 x Rp60000.000.
Beban Yang Masih Harus Dibayar
Masih harus dibayar gaji pegawai bulan desember Rp700.000
Beban Gaji 700.000
Utang Gaji 700.000
Penyusutan Aktiva Tetap
Peralatan dengan harga perolehan Rp3000.000 disusutkan sebesar 10% per tahun.
Beban Penyusutan Peralatan 300.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan 300.000
Kerugian Piutang
Saldo piutang perusahaan Rp.1000.000 diperkirakan 10% tidak bisa ditagih.
Kerugian Piutang 100.000
Cadangan Kerugian Piutang 100.000
Pendapatan Diterima Dimuka
Tanggal 1 November 2012 diterima sewa kantor untuk 1 tahun sebesar Rp.9000.000
a) awal pencatatan diakui sebagai kewajiban :
AJP 31/12/2012
Sewa Diterima Dimuka 1.500.000
Pendapatan Sewa 1.500.000
Keterangan:
1/11/2012 - 31/12/2012 = 2 bulan sudah menjadi pendapatan. Pendapatan sewa = 3/12 x Rp60000.000
b) awal pencatatan diakui sebagai pendapatan :
AJP 31/12/2012
Pendapatan Sewa 7.500.000
Sewa Diterima Dimuka 7.500.000
Keterangan:
1/01/2013 - 31/10/2013 = 10 bulan masih menjadi kewajiban. sewa diterima dimuka = 9/12 x Rp60000.000

0 komentar:
Posting Komentar